Politik

Bahas Posisi Maluku di Kabinet Jokowi – Ma’ruf

AMBON, SPEKTRUM – Iming-iming anak Maluku menjadi menteri di kabinet Presiden dan Wapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, masih menjadi bahan diskusi sebagian kalangan di Maluku.

Diskusi publik yang dilaksanakan Senator DPD RI, Prof. Dr. Jhon Pieris bersama mahasiswa dan Angkatan Muda di Kota Ambon berlangsung di Manise Hotel, Selasa (9/7/2019), juga membahas posisi Maluku di kabinet Jokowi Ð MaÕruf.Menurut Pieris, posisi menteri bukan satu satunya jabatan strategis di negara ini.

Alasannya, masih banyak pimpinan legislatif, posisi di Kementrian BUMN yang mana masih banyak orang Maluku yang punya kecakapan dan keilmuan di bidang bisnis keuangan yang juga dibutuhkan.

“Selain itu struktur di Kementrian juga masih bisa diisi. Masih banyak posisi seperti ahli perkebunan dan pertanian juga membutuhkan SDM, seperti Prof, Doktor dan Insinyur. Jadi tidak harus di Kementerian, tapi di Badan Perancang Pembangunan Nasional dan posisi posisi staf ahli di kementrian juga bisa diisi. Tidak hanya Menteri,”ujar Pieris

Terkait dengan itu, Pieris memgungkapkan, saat ini telah diusulkan beberapa nama ke Presiden RI sebagai pertimbangan. Dari 4 nama tersebut tiga nama diantaranya adalah usulan darinya (Pieris).

“Untuk posisi menteri inikan boleh saja kita mengusulakan, nanti ditampung dan dipertimbangkan juga, karena semua Provinsi juga mengusulkan. Kalau memang ada yang jadi Menteri, itu tentu akses politik ke Presiden itu ada,” kata Pieris.Menanggapi pro kontra untuk posisi menteri.

Menurut Pieris, banyak sisi positif ketika orang Maluku berada pada posisi Kementrian. Dimana pembangunan infrastruktur akan semakin mengarah ke Maluku. Untuk itu, sangat perlu jika orang Maluku harus berada pada posisi menteri. Tetapi yang menjadi persoalan, siapa yang akan diperjuangkan.

“Oleh karena itu usulan usulan dari teman teman lainnya, juga usulan Gubernur, saya juga saetuju dengan usulan Gubernur, kalau tidak salah yang saya dengar yang PDIP di Papua itu (Komarudin Watubun). Untuk itu saya juga usulkan 3 nama tadi, Prof. Edi Umarsaid, Satu lagi anak muda birokrat yang memiliki kemampuan teknologi, William Sabandar, dan Alex Retraubun. Bahkan biaa juga Prof. Thomas Pentury,” ucapnya.

Terkait dengan isu Gubernur Maluku juga masuk dalam daftar ppertbangan untuk posisi menteri, Pieris mengatakan, itu tidak masalah. Alasanya karena Murad Ismail masih dibutuhkan oleh Maluku, tetapi ketika dia dibutuhkan oleh Negara, maka itu lebih bagus.

Masa ini, kata dia, Maluku sudah harus berada digarda terdepan, dan tidak lagi dibarisan belakang yang tidak diperhitungkan. Pengalaman sebelumnya ketika dirinya mengusulkan Alex Retraubun dan George Toisuta, dan itu masuk. Maka dibutuhkan perjuangan untuk kali ini.

“Leiman mendirikan bangsa, sumpah pemuda dan setelah itu ada Latuharhary tang juga mendirikan negara sebagai anggota panitia persiapan kemerdekaan indonesia, maka jasa ini harusnya dikenang oleh negara ini,”tutur Pieris.

Sementara terkait dengan adanya diskriminasi politik, Pieris menjelaskan, bahwa hal ini dikarenakan Maluku hanya sebagai penyumbang devisa ke negara tidak sampai 3 Triliun. Namun Maluku menerima 16 Triliun dari negara.

“Kita masih bergantung pada negara, jadi bukan soal Maluku tidak diperhtaikan. Kenapa Papua selalu mewakili Intim dalam posisi apapun, karena Papua terlalu kaya, Pemerintah takut Papua merdeka.Untuk itu kita berharap Blok Masela itu jalan dan Maluku mendapat 10 persen dari situ,” timpalnya. (S-01)

Tinggalkan Komentar