Berita Utama

Bripda Donivan Tuhumena Telantarkan Anak Isteri

Bripda Donivan Tuhumena

AMBON, SPEKTRUM – Berulangkali Bripda Donivan Tuhumena menelantarkan anak isterinya. Sanksi etik yang dijatuhkan Propam Polda Maluku, tidak membuat polisi ini kapok. Bahkan janji untuk tidak mengulangi perbuatannya juga diingkar.

Padahal dia bersedia dipecat, bila masih melakukan hal yang sama, menelantarkan buah hatinya. Hampir empat tahun Donivan tak lagi mau hidup serumah dengan anak isterinya. Polisi yang sebelumnya bertugas di Polres Kepulauan Aru itu, tak lagi ingin terikat dalam hubungan suami isteri bersama NVM. Kasus ini berulangkali dilaporkan NVM.

Kepada Spektrum di Ambon belum lama ini, NVM mengatakan, kasus ini sudah dua kali dilaporkan ke Bidang Propam Polda Maluku. Laporan pertama pada 10 Agustus 2017. Sidang kode etik sebanyak lima kali sudah dilakukan. Dan laporan kedua berdasarkan STPL nomor 117/XII/2017/Yanduan yang diterima oleh Brigpol Saharudin Hamid.

“Bahkan sebelum itu, pada 28 September 2017 pasca laporan pertama, telah dilakukan sidang kode etik sekaligus pembuatan dan pembacaan surat pernyataan oleh suami (pelaku) saya. Dan dalam surat pernyataan itu, ada 5 poin yang harus dijalankan oleh suami (pelaku) saya,”jelasnya.

Salah satu poin dalam surat itu, adalah jika Donivan melanggar perjanjian, dia bersedia dituntut sesuai hukum. Itu dikuatkan dengan putusan sidang kode etik.

Dalam putusan itu, Donivan diperintahkan menjalankan semua putusan. Konsekwensinya akan dipecat, bila tidak ada niat baiknya. “Dengan itu, selaku pihak yang merasa dirugikan, saya menuntut keadilan bagi diri dan anak saya yang selama ini sudah ditelantarkan oleh dia (suami). Karena pasca sidang kode etik yang dilakukan sebanyak 5 kali itu, hingga kini tidak satupun kesepakatan dijalankan,”ujarnya.

Dia mengaku, persoalan yang dihadapinya butuh perjuangan panjang karena mengalami kendala dan hambatan saat harus berkomunikasi dengan Propam Polda Maluku.

“Saya harus bolak balik Propam, tapi belum juga dapat kepastian. Ada perbedaan keterangan dari pihak Propam, bahwa sidang kode etik lanjutan akan dilakukan di Aru, tapi keterangan lain lagi disampaikan bahwa sidang akan dilakukan di Ambon. Ini kan membingungkan saya, saya hanya menuntut keadilan berdasarkan apa yang sudah diputuskan pihak Propam saat itu, kenapa harus dipersulit,”tuturnya kecewa.

Terkait persoalannya itu, dia telah tiga kali menyurati Kapolda Maluku. Tujuannya, masalah ini dapat diselesaikan berdasarkan kaidah hukum, etik, dan adil. Untuk diketahui, NVM dan suami menikah Gereja sejak 20 Maret 2015. Saat itu, sang suami masih bertugas di DitSabhara Tantui. (S-01)

Tinggalkan Komentar