Berita Utama

Chai Sejak Lama Dibidik KPK

Ilustrasi

Komisi Pemberantasan Korupsi masih tertutup terkait kasus gratifikasi di Buru Selatan, karena masih dalam tahapan penyelidikan. Tak satupun pejabat di KPK mau menjawab terkait hasil pemeriksaan di Ambon.

AMBON, SPEKTRUM – Analisa terhadap hasil pemeriksaan para kontraktor, pejabat di Bursel, dan dokumen yang dimiliki masih dilakukan KPK.

Menariknya, mereka justeru terus mengendus aliran dana dari rekening para kontraktor.Informasi Spektrum di KPK, dari analisa rekening mereka menemukan ada aliran dana cukup besar dari para kontraktor.

Ke siapa, sumber Spektrum menolak menjawabnya. “Masih penyelidikan, tidak bisa diungkap,” kata dia.

KPK sebelumnya juga menemukan aliran dana di rekening Alen Waplau alias Chai kepada beberapa pejabat penting di Maluku. Nama Chai disebut-sebut sudah lama diincar KPK.

KPK masih mendalami aliran dana melalui buku tabungan dan mutasi buku tabungan baik milik pribadi maupun perusahaan.

Chay yang coba ditemui Spektrum, tidak berada di kantornya Jalan Sam Ratulangi. Menurut salah satu pegawai di PT MUK, Chay sudah lama tidak menghampiri perusahaannya

“Pak (wartawan) Bos tidak ada. Bosnya lagi berangkat ke luar daerah,” akui security singkat kepada Spektrum, Kamis (4/7/2019).

Pada Rabu (4/7/2019), Chay diperiksa KPK. Dia diperiksa terkait gratifikasi proyek infrastruktur. Selain Chay ada 15 kontraktor lainnya, termasuk sejumlah pejabat di Dinas PU Kabupaten Bursel, termasuk Bupati Bursel.

Nama Chay muncul, setelah KPK menemukan adanya aliran dana dari rekeningnya ke Tagop. Meski demikian, semua keterangan yang sudah dikumpulkan penyidik KPK dalam pemeriksaan lebih dari sepekan di Ambon, akan di analisa kembali di Jakarta.

Menyangkut perkembangan kasus ini pihak KPK hingga Selasa (9/7/2019) kemarin masih tetap merahasiakan proses penyelidikan kasus ini. Mereka berdalil, karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan sehingga belum bisa disampaikan perkembangan penanganannya kepada publik.

Harni, Bagian Humas KPK yang dikonfirmasi Spektrum dari Ambon melalui telepon seluler, Selasa (9/07/2019) menolak menjelaskan perkembangan penanganan kasus ini.

”Pak (Wartawan-red), terkait penanganan kasus Buru Selatan, mohon maaf kami tidak dapat menginformasikan penanganannya. Karena masih dalam proses penyelidikan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi contact center humas 198,” kata Harni singkat menjawab wartawan Spektrum melalui pesan Whatsapp, Selasa (9/07/2019).

Contact center humas KPK yang dihubungi pun juga menolak memberi komentar terkait pengembangan. Bagian Center Humas KPK hanya mengarahkan agar masaah ini dikonfirmasi dengan cara membuat surat melalui email ke Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Berikut para kontrakor yang masuk daftar pemeriksaan KPK atas dugaan tipikor dan gratifikasi diantaranya, Dirut PT Beringin Utama Andrias Intan alias Kim Fuy, Venska Intan alias Luan (isteri Kim Fuy), Benny Tanihatu alias Bing.

Dirut PT.Dinamika Maluku Rudy Tandean alias Atong.Direktur PT Vidi Citra Kencana, Ifana Kwelju, Dirut PT Fajar Mulia Markus Kwelju, Dirut CV Venny, Katrida Kwelju, Dirut PT Cahaya Citra Mandiri Abadi, Christy Marino Oei, M. Lewakabessy, Henny Loppies dan Marthin Thomas.

Pula sejumlah pejabat lingkup Dinas PUPR Kabupaten Bursel juga telah diperiksa antara lain, Josep AM Hungan, TH Wattimury, Stevanus Lesnussa, Agus Mahargianto, Andrias Maun.

Sementara itu, terungkapnya aliran gratifikasi terhadap Bupati Buru Selatan Tagop Soulisa juga didasarkan penyelidikan KPK terkait dengan 36 rumah kontrakan miliknya di Tangerang Selatan, Provinsi Banten.Temuan KPK ini tak disengaja.

Dalam operasi Satuan Polisi Pamong Praja Tangsel, mereka menyegel kos-kostan milik Bupati Bursel Tagop Sudarsono Soulisa pada 4 Januari 2019 lalu.

“Informasinya milik Tagop Soudarsono Soulisa, Bupati Pulau Buru Selatan,” ungkap Kabid Penindakan Perundang-undangan Satpol PP Tangsel, Oki Rudianto seperti ditulis OkeZone.com. Penyegelan dilakukan karena bangunan ini tak mengantongi IMB. (TIM)

Tinggalkan Komentar