Politik

DPRD akan Bahas Nasib Karyawan PT WLI

Kantor DPRD Provinsi Maluku /doc: spektrum

AMBON, SPEKTRUM – Komisi D DPRD Maluku mengagendakan pekan depan melakukan pertemuan dengan Dinas Ketenaga Kerjaan dan pihak PT Wahana Lestari Investama (WLI), Serikat Buruh dan perwakilan tenaga kerja yang di PHK.

“Rencananya minggu ini kita sudah lakukan pertemuan dengan mereka, tetapi ada agenda lain. Sehingga Insha Allah minggu depan baru dilakuan pertemuan,” kata Ketua Komisi D DPRD Maluku, Saadiyah Uluputty, kepada Spektrum, Rabu malam, (10/7/2019).

Menurutnya rencana pertemuan ini untuk membicarakan keluhan ratusan pekerja yang menuding PT. WLI telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak tanpa alasan yang jelas.

Berdasarkan hasil kunjungan Komisi ke perusahan tersebut beberapa hari lalu, ada pengakuan perusahan yang dianggap berbeda dengan apa yang disampaikan para tenaga kerja saat mengadu ke DPRD pekan lalu.

Saadiah mengatakan, pihak perusahan mengaku sudah melaksanakan kewajiban sesuai kesepakatan sebelumnya antara pekerja dan perusahaan, yang disesuaikan dengan aturan Ketenagakerjaan.

Kewajiban yang dimaksud antara lain, lanjutnya, pembayaran gaji dan pesangon kepada seribu karyawan sudah dilakukan. Dan masih tersisah 300 lebih yang belum, karena perusahan mengalami kerugian selama dua tahun berturut-turut.

Dikatakannya, kerugian ini karena sudah disertai dengan audit public. Sementara hasil pantauan Komisi dilapangan tidak ada aktivitas pekerja sama-sekali. Semua mes terlihat sepih. Bahkan kolam udang mulai kering karena belum ada pekerja.

“Saat kunjungan komisi, dipertemukan dengan salah satu Maneger PT WLI. Kami memperifikasi terkait dengan tuntutan para pekerja saat mendatangi Komisi. Namun penjelesasannya perusahan sudah melaksakanakan terutama untuk pembayaran gaji dan pesangon untuk 1000 karywan. 300 lebih yang belum, karena perusahan mengalami kerugian,” jelasnya.

Kondisi perusahan saat ini, kata dia, mulai berbenah antara lain, melakukan pemulihan untuk perekrutan kembali tenaga baru yang saat ini sudah sekitar 100 orang.

“Menurut mereka (PT. WLI), sudah mulai melakukan pemulihan. Bahkan, sudah dilakukan perekrutan 100 karyawan lagi. Makanya perlukami melakukan pertemuan minggu depan ini untuk dibicarakan lebih lanjut, bagiaman nasib tenaga kerja ini terutama hak-mereka yang belum dibayarkan,” tandasnya. (S-06)

 

Tinggalkan Komentar