Selamat Pagi

Idhul Fitri Momentum Evaluasi Diri

Dahlan Hehaitu

Saat berpuasa, seseorang tak hanya menahan lapar dan haus, tetapi harus bisa menahan hawa nafsu dari segala godaan yang terjadi di depan mata. Jika seorang muslim berhasil menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh, maka ia termasuk golongan orang-orang yang bertakwa.

Idhul Fitri adalah hari raya dimana umat muslim di penjuru dunia termasuk Maluku, pada 5 Juni 2019/1 Syawal 1440 H, merayakan kemenangannya setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas ibadah puasa, maka Idhul Fitri pun dapat diperoleh sebagaimana telah dijelaskan dalam firman Allah SWT yang artinya “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur,”.

Momentum Idul Fitri menghadiahi orang-orang yang berpuasa dengan kefitrahan, kembali menjadi pribadi yang suci, lebih bertaqwa dari sebelumnya. Dalam Islam, Idhul Fitri berasal dari kata Id berdasar dari akar kata aada – yauudu yang artinya kembali. Sedangkan fitri, bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti/bermakna suci.

Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat mashdar dari aftharo – yufthiru) dan berdasar hadis Rasulullah SAW yang artinya ”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.” Dalam Riwayat lain: “Nabi Muhammad SAW Makan kurma dalam jumlah ganjil” (HR; Bukhari).

Idul Fitri pun diumpamakan sebagai seorang manusia yang kembali dalam keadaan suci seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan ibunya. Suci dalam arti seorang manusia kembali ke asal kejadiannya yang bersih serta mereka mengikuti petunjuk agama yang sebenarnya.

Idul Fitri pun memiliki hikmah bagi seluruh umat muslim. Ditandai dengan kembalinya seorang muslim kepada fitrahnya. Dalam hal ini, seseorang akan memiliki sikap istiqomah yakni memegang agama Islam dan berkeyakinan bahwa Allah/Tuhan itu Maha Esa.

Dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim akan selalu berbuat dan berkata yang benar. Ketiga, seorang muslim tetap berlaku sebagai hamba Allah yang selalu taat dan patuh kepada perintah-Nya.
Hikmah lainnya, dengan ber-idhul fitri harus menjaga kesucian hati, kesucian diri dalam hidup sehari-hari ke depan. Jangan ada lagi kemarahan, kebencian dalam diri. Dosa dan salah yang sudah dimaafkan, sudah dilebur jangan lagi dikotori oleh penyakit hati yang akhirnya membebani diri sendiri.
Inilah momentum meraih hikmah untuk meluruskan niat, membulatkan tekad dan menguatkan semangat untuk menjaga kebersihan, kesucian dan kefitrahan agar membekas dalam hidup ini. Karena tak ada kebencian yang melulu dalam hidup, dan tak ada kebaikan yang tidak mampu mengalahkan kejelekan.

Idul fitri juga mengajarkan kita untuk lebih peduli kepada sesama. Sebulan penuh berpuasa, berzakat hingga bersedekah. Ini semua adalah bentuk kepedulian manusia. Peduli untuk sedekah, infaq itu cukup untuk memuliakan agama sebagaimana dicontohkan nabi Muhammad SAW. Daripada mempertentangkan perbedaan atau menuding satu sama lain.
Lebih baik, fokus dalam berbagi dan membantu antar sesama yang membutuhkan. Karena Masih banyak orang-orang yatim yang menunggu uluran tangan orang-orang baik. Agama itu maslahat jika kebutuhan umat-nya bisa terpenuhi.

Dengan Idhul Fitri kita bisa memperbaiki/mengintrospkesi diri dengan memantapkan niat. Karena semua perbuatan tergantung pada niatnya. Luruskan niat dalam aktivitas apapun untuk memperoleh ridho Allah SWT/Tuhan Yang Maha Esa. Sebab, kehidupan manusia di dunia ini hanya sementara, karena yang abadi di akhirat kelak.

Niat itu laksana surat. Jika salah dalam menulis alamat, tentu suratnya tak akan sampai ke tujuan. Maka dari itu, perbaiki dan luruskanlah niat.

Intinya, Idul Fitri bermakna suka cita. Untuk itu, janganlah bersedih maupun bermurung diri di hari kemenangan yang sangat istimewa tersebut. Semoga menjadi insan yang lebih baik.
Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1439 Hijriyah/2018 Masehi, Mohon Maaf Lahir dan Bathin…!! (*)

Tinggalkan Komentar