Berita Utama

Jaksa Dalami Kasus Jalan Wokam

Lokasi Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Pulau Wokam di Kabupaten Aru. /dok

AMBON, SPEKTRUM – Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim jaksa terus mengumpul bukti-bukti dan berbagai dokumen untuk dianalisa soal kasus dugaan tindak pidana korupsi di proyek jalan lingkar Pulau Wokam, Kabupaten Kepulauan Aru.

Ada kejanggalan di proyek bernilai puluhan miliar tersebut. Diduga kuat ada laporan yang disampaikan berbau fiktif, sehingga jaksa mengendus kasus tersebut. Padahal, ada TP4D kejaksaan dilibatkan dalam proyek dimaksud bersama Pemda Aru.

Kasus ini masih diusut tim Kejaksaan Tinggi Maluku. uUntuk mencermati lebih dalam kasusnya, tim analisa Kejati Maluku belum merampungkan hasilnya, karena ada beberapa dokumen diperlukan untuk dianalisa lebih lanjut.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette, yang dihubungi kemarin mengaku, tim analis kejaksaan masih mengumpulkan berbagai dokumen terkait kasus proyek jalan lingkar Pulau Wokam di Kabupaten Aru itu.

“Masih diperlukan beberapa dokumen lagi sebagai bahan analisa,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan, Selasa, (9/7/2019).

Sebelumnya diberitakan, ada tanggapan dari Ketua D Komis C DPRD Maluku, Anos Yeremias mendukung sepenuhnya proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum.

Selain itu anggota Komisi C DPRD Maluku lainnya, Oersepuny juga senada dengan Ketua Komisi, Anos.

Diketahui, dengan modal laporan fiktif, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan jalan Tunguwatu-Gorar-Lau, Lau-Kobraur-Napar (STA 21+100 42+200), Jefry Enos, diduga mengelabui pimpinannya sendiri (Plt.Kadis PUPR Kabupaten Kepulauan Aru), Edwin Pattinasarany.

Proyek jalan sekitar 33 Km itu menelan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp.36 miliar lebih dicairkan 100 persen oleh PPK dengan memasukan laporan, pekerjaan proyek tersebut seolah-olah telah selesai, faktanya belum.

Ironisnya, tanpa melakukan kroscek lapangan terlebih dulu, Kadis PUPR langsung mencairkan anggaran sisa 100 persen pada 31 Desember 2018. (S-05)

Tinggalkan Komentar