Hukrim

Kapolda Monitor Kasus Anggota Aniaya IRT

Korban DO saat Dirawat di RS Bhayangkara Tantui Ambon, Maluku. /dok

AMBON, SPEKTRUM – Kasus penganiayaan yang diduga dilakoni oknum anggota Polda Maluku bernama La Argam terhadap seorang ibu Rumah Tangga (IRT), yang terjadi di Waiheru, Kecamatan Baguala, Ambon pada 20 Januari 2019 lalu, kini dimonitor oleh kapolda Irjen Pol Royke Lumowa.

Kapolda saat diwawancarai dikediamannya usai buka puasa bersama, Senin malam (13/05/2019) mengaku, sementara memonitoring kasus tersebut. “Saya monitor itu. Nanti disampaikan ke saya,”ujar Kapolda.

Wartawan juga menyampaikan, bahwa pasca kasus tersebut, oknum polisi tersebut secara diam-diam dimutasikan ke Polres Buru. Sementara kasusnya telah dilaporkan ke Polda Maluku, dan hingga kini belum ditindaklanjuti. Baik untuk pidana maupun di Propam. Namun ada yang janggal saat proses pelaporan awal oleh korabn DO.

Korban yang mengaku diantar oleh dua orang anggota Provos Polda Maluku ke RS Bhayangkara, Tantui Ambon untuk divisum dan menjalani perawatan akibat mengalami memar pasca dianiaya, justru tidak diperlihatkan hasil visumnya.

Bahkan dokter pada RS Bhayangkara yang dikembalikan ditemui korban beberapa waktu lalu mengaku, bahwa ada perbedaan keterangan.

“Satu kali dokter bilang hasil visum sudah dikasih ke penyidik Polda Maluku, satu kali lagi bilang bahwa beta tidak di visum, jadi dong hanya kasih beta resume pemeriksaan. Sementara Provos yang bawa beta itu bilang, bahwa saat itu beta di visum, ini ada apa,”tutur korban kepada Spektrum.

Untuk diketahui, korban dianiaya di rumah pelaku (oknum polisi) saat korban mendatangi rumah pelaku sekitar pukul 20.00 Wit.

Tujuan kedatangan korban untuk meminta hutang karena pelaku diketahui mengambil sejumlah barang dagangan korban, sehingga total hutang mencapai Rp. 7 juta.

Tidak ada kesepakatan dalam bentuk surat dalam proses pengambilan barang itu. Tetapi pelaku berjanji saat pencairan Remon nanti, pelaku akan membayar hutangnya itu. Namun juga tidak dilakukan sampai pelaku harus mendatangi rumah pelaku di Waiheru yang akhirnya terjadi penganiayaan tersebut. (S-01)

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar