Hukrim

Polisi Janji Ringkus Pemerkosa Anak Tiri

Ilustrasi. /net

AMBON, SPEKTRUM – Kasat Reskrim Polres SBB, Iptu  Richard Hahury mengatakan, pihaknya akan meringkus Yonky, ayah tiri terduga pelaku pemerkosaan anak dibawah umur yang tidak lain adalah anak tirinya sendiri.

Penahanan terjadi jika dalam hasil pemeriksaan kedua yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, terduga pelaku memenuhi unsur tindak pidana pemerkosaan, maka akan langsung ditahan.

“Kalau memenuhi unsur akan kita tahan. Sampai saat ini sudah 3 saksi yang kita periksa. Tapi rata-rata mereka hanya mendengar cerita, dan saksi kuncinya (orang yang ditemui korban untuk menceritakan semuanya), baru diperiksa tanggal 2 Mei 2019. Juga terduga Pelaku, dan saksi/korban juga sudah diperiksa. Saat ini penyidik sudah layangkan surat panggilan kepada ayah korban (terduga pelaku) untuk pemeriksaan lanjutan. Dan kalau memenuhi unsur akan ditahan,”ujarnya kepada Spektrum, di Ambon, Selasa, (14/05/2019).

Ditanya soal pemeriksaan terhadap mama korban yang merupakan isteri terduga Pelaku, Kasat mengatakan bahwa mama korban tidak mau memberikan keterangan kepada polisi. “Dia  (korban) mama seng mau kasih keterangan,” singkatnya.

Dengan ini, diduga mama korban mengetahui aksi bejat sang uami terhadap anak kandungnya itu. Dan berupaya melindungi suami  bejatnya itu. Fakta lain yang ditunjukan mama korban, diketahui pasca kejadian tersebut, mama korban telah membawa kabur anaknya (korban) ke Maluku Utara/Morotai

Untuk diketahui sebelumnya diberitakan, di Kmpung Kilo Meter-9, Desa Rumberu, Kecamatan Inamosol, SBB, telah terjadi dugaan pemerkosaan yang dilakukan seorang Ayah tiri bernama Yongki yang bekerja sebagai sopir oto, terhadap anak dibawah umur yang merupakan anak tirinya sendiri. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres SBB oleh seorang saksi, namun terduga Pelaku pemerkosaan tidak pernah ditahan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Spektrum dari Sumber terpercaya, kejadian dugaan pemerkosaan ini terjadi sejak tahun 2016, dimana korban masih duduk dibangku kelas I SMP. Korban diancam agar tidak memberitahukan kepada siapapun atas aksi bejat ayah tirinya itu. Karena takut, korban memilih diam.

Namun kebejatan ayah tiri semakin menjadi, korban bahkan disetubuhi berulang kali hingga korban duduk dibangku kelas II SMK.

Terkait kasus itu, saksi kunci harus menerima dampak karena dianiaya oleh kakak kandung terduga Pelaku. Saksi dianggap sebagai ancaman bagi terduga Pelaku.

Kasus penganiayaan itu telah dilaporkan ke Polres SBB. Namun pelaku tidak juga ditahan oleh Polres SBB. Diketahui, pelaku menikah dengan mama korban yang memiliki dua anak (korban dan saudaranya laki-laki). Korban berasal dari Morotai, Maluku Utara.

Seiring berjalannya waktu, pelaku memiliki perasaan lebih dari sekedar seorang ayah terhadap anak, sehingga nekat melakukan aksi bejatnya itu. (S-01)

Tinggalkan Komentar