Selamat Pagi

Tegakan Hukum, Jangan Diskriminasi

Usman Yusuf Pelenusa

Penegakan hukum tidak perlu menunggu tuntutan jalanan. Dia harus dilakukan sesuai prosedur yang ada. Istilah tidak ada kejahatan yang sempurna sedang populis. Kejahatan akan menarik kejahatan yang lain (hukum pasti). Demi tegaknya supremasi hukum di negeri ini, dalam prosesnya jangan ada diskriminasi.

Tuntutan kebangkitan, untuk bertobat akan kesalahan, guna memuliakan diri kembali menjadi manusia terpilih sepatutnya dilakukan secara berkesinambungan. Suatu perkara kejahatan bisa berawal dari tempat kejadian perkara atau TKP.

Disitulah akan ada banyak data yang bisa mengantarkan seorang atau kelompok yang telah melakukan kejahatan di tempat tetsebut. Masyarakat harus mengetahui pentingnya status quo sebuah tempat kejadian perkara.

Kepanikan serta besarnya rasa ingin tahu masyarakat atas kejadian kejahatan di suatu TKP, bisa merusak sebagian bahkan lebih. Prinsipnya, tidak ada kejahatan yang sempurna. Walau hanya setitik setiap kejahatan pasti meninggalkan jejak yang dapat mengantar aparat penegak hukum menjumpai pelakunya.

Bukan hanya tindak pidana korupsi, tetapi dari korban pun penegak hukum Kepolisian/Kejaksaan/KPK dapat memperoleh informasi yang sangat dibutuhkan saat penyelidikan.

Keterkaitan antara saksi ataupun korban, tersangka, dan barang bukti, dapat memperoleh gambaran modus operandi tindak pidana yang terjadi. Sudah banyak ilmu yang membicarakan tentang ini dan sekaligus untuk menganalisa lapangan berdasarkan pengalaman.

Hal ini harus diketahui oleh masyarakat luas. Karakter seorang calon tersangka atau tersangka dan seterusnya dalam mengupayakan agar kejahatan yang dilakukannya, benar-benar sudah rapi agar dapat lolos dari jeratan hukum.

Namun atas keyakinan awal, tidak ada kejahatan yang sempurna mengantarkan bagi penegak hukum guna mengungkap suatu kasus/perkara kejahatan semisal tindak pidana korupsi, meski dibantah oleh phak terkait dan mungkin dinilai sebagian orang mustahil.

Siapapun yang berbuat kejahatan melawan hukum dia harus bertanggung jawab. Untuk sebuah keadilan sekecil apapun kejahatan patut dikejar dan di ungkap sehingga pelaku dapat ditindak sesuai ketetuan hukum yang berlaku, selebihnya memberikan efek jera bagi yang lain.

Berkaitan dengan itu, dalam penegakan hukum khususnya di bidang tindak pidana korupsi, seharusnya dilakukan sesuai prosedur atau aturan hukum yang ada. Tidak ada yang kebal hukum di negara ini.

Prinsip ini sejatinya, wajib ditanamkan kokoh dalam benak aparatur penegak hukum di Maluku yakni Kejaksaan/Kepolisian dan Pengadilan.

Semuanya harus mengintrospeksi diri dan menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang oleh sang pencita semesta alam beserta isinya. Ubahlah niat untuk selalu berbuat kebaikan dan terus sempurnakan.

Berkumpul dengan orang-orang baik, positif akan memberikan energi positif. Kebaikan akan mengundang kebaikan yang lain.

Berusaha positif dalam berpikir, bertindak, bertingkahlaku dan lain-lain. Upayakan semua yang meliputi dirimu adalah dengan jalan halal bukan diperolh dengan cara haram. (*)

Tinggalkan Komentar