Hukrim

Tersangka Penyelundupan Marcury Ditangkap

AMBON, SPEKTRUM – Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku terus berupaya mengembangkan kasus penyelundupan zat mercury di wilayah Provinsi Maluku.

Setelah sebelumnya, 12 Mei 2019, sekitar pukul 10.30 Wit, di Pelabuhan Peti kemas, Yos Sudarso Ambon Polisi menangkap dan menahan dua tersangka yakni AE dan YR.

Polisi kembali menangkap satu tersangka kasus penyelundupan cairan mercury dengan modus buah kelapa kering, bernama Hazanydin Hamzah, warga asal Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

“Pada Kamis (30/5/2019), sekitar pukul 21.00 Wit, Tim Tipiter Ditreskrimsus Polda Maluku telah berhasil menangkap seorang lagi (tersangka), berkaitan dengan kepemilikan bahan berbahaya Mercury dengan Modus dimasukkan/disimpan di dalam Buah Kelapa,”ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M Roem Ohoirat kelada Wartawan, kemarin.

Tersangka ditangkap di rumah anaknya di Masohi, Maluku Tengah. Tersangka terlibat sebagai pihak yang menyiapkan peralatan, buah kelapa dan mengemas/menyimpan Mercury kedalam Buah kelapa serta menyiapkan alat transportasi untuk membawa kelapa yang berisi Mercury ke Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Diketahui, sebelumny juga diamankan pengiriman cairan mercury yang dikemas dalam botol beamankan.
Pasca itu? Aparat Polsek Pelabuhan Yos Sudarso Ambon memperketat pengawasan terhadap pintu masuk. Sehingga pada 12 Mei lalu, kembali diamankan mercury dalam buah kelapa.

Itu berawal ketika petugas polisi melaporkan telah mengamankan satu unit mobil truk yang sedang melakukan bongkar muatan yang isinya adalah buah kelapa kering.

Dari pengecekan, proses pengangkutan peti kemas melalui perusahaan ekspedisi Meratus tidak normal seperti biasanya.

Pasalnya, karena tidak dilengkapi dengan dokumen yang diperlukan. Saat dilakukan pengecekan, dicurigai ada buah kelapa yang terdapat bekas tanda potong di bagian kulit atau sabut kelapa dan ketika dibuka ternyata ada sepotong kayu yang menutupi lubang yang menembusi batok hingga daging kelapa.

Sehubungan dengan itu,
AE serta YR diamankan dan ditetapkan tersangka. YR adalah supir yang membawa buah kelapa kering dengan mobil truk dari Pulau Seram, sedangkan AE adalah orang yang mengurus proses pengiriman barang ke luar Maluku. (S-01)

Tinggalkan Komentar