Berita Utama

Umar Kei: Prabowo Menang, Maluku 2 Menteri

Ketua Umum Forum Pemuda Muslim Maluku, Umar Kei

AMBON, SPEKTRUM – Ketua Umum Forum Pemuda Muslim Maluku, Umar Kei mengatakan, kemenangan Prabowo-Sandi dalam Pilpers 2019 mendatang akan membawa keuntungan bagi Maluku. Dua (2) jatah kursi menteri akan diberikan Prabowo bagi Maluku, jika menang dalam Pilpres mendatang. 

“Selama jadi Presiden, Joko Widodo ada kasih Menteri? Jembatan dan hal-hal lain itu milik Negara yang sudah diatur dari sekian tahun yang lalu. Jokowi hanya menjalankan saja. Kalau mau pilih Jokowi dia mau kasih menteri untuk Maluku? Tidak ada. Prabowo bilang orang Jawa boleh pilih Jokowi silakan, tetapi masa depan bangsa ini ada di Maluku,” kata Umar, kepada wartawan di Ambon, Jumat, (2/11/2018).

Dikatakan, dua posisi menteri sudah menjadi komitmen bersama antar pemuda Maluku yang ada dibawah komandonya bersama dengan Prabowo. “Jangan liat Jokowi datang disini (Maluku) sudah 4 kali. Dia datang dengan uang negara, bukan uang pribadi. Lalu selanjutnya dia ada perhatikan Maluku? Tidak. Tidak ada orang Maluku yang duduk dijabatan-jabatan tertentu lalu memperhatikan Maluku. Dengan itu maka jatah 2 menteri, satu muslim dan satu Kristen, maka Maluku aman dan tidak ada lagi RMS dan OPM disini,”tuturnya.

Dia juga mencontohkan cara kepemimpinan Joko Widodo yang tidak memperhatikan Maluku diantaranya, terkait blok Masela. Sekitar 886 tenaga kerja yang akan masuk ke Blok Masela akan didatangkan dari luar Maluku. Maluku hanya jadi penonton.

“Saya ini salah satu orang Maluku yang menampung pemuda Maluku di Jakarta. Sekitar 200 pemuda Maluku di Jakarta bekerja sebagai debt colektor atau dikenal sebagai preman. Saya mendukung mulai dari Pilkada Maluku, pasangan Assagaf dan Andre dengan keinginan sendiri dan uang sendiri. Saya mendukung karena saya tidak mau pemuda-pemuda Maluku yang sarjana harus merantau ke Jakarta dan jadi preman seperti saya,”tandasnya.

Dia juga berharap Walikota-Wakil Walikota Tual dan Bupati-Wabub Malra untuk memperhatikan anak-anak daerah. “Jangan mau tes pegawai harus kasih uang biar bodoh. Arti merata itu misalnya ada kebutuhan pegawai 100-200 orang, maka itu harus dibagi disemua Kabupaten biar merata,”tandasnya. (S-01)

Tinggalkan Komentar